Sains

Baju Renang Bisa Mencemari Lautan, Begini Faktanya Menurut Para Ahli

Industri mode kini tengah gencar dalam mebyuarakan prosuk yang ramah lingkungan, namun sayangnya banyak yang msih menyepelekan bahan untuk membuat pakaian renang. Bahan untuk membuat pakaian renang ini sangat penting karena turut menjaga kelestarian lingkungan. Pakaian renang biasanya terbuat dari bahan sitetis, seperti polyerethane, yang merupakan campuran lycra, spandex atay elastane.

Bahan tersebut memiliki dampak yang negatif yang sangat nyata terhadap berkurangnya sumber daya alam. Berdasarkan Vocking, minyak bumi adalah sumber daya alam yang semakin menipis, dapat menyebabkan polusi lingkungan selama ekstraksi dan produksi serat. Berbahayanya lagi, bahan untuk membuat pakaian renang tidak bisa terurai.

Mengenakan dan mencuci pakaian renang berbahan sintetis juga bisa mengundang bahaya. Setiap kali mencuci pakaian sitetis, bahan sitetis akan melepaskan potongan potongan plastik kecil yang disebut microfibers. Hal ini nantinya akan mengarap pada populasi plastik yang ada di saluran air.

Dalam laporan 2018 yang disampaikan dan Ellen MacArthur dengan judul "A new textiles economy: Redesigning fashion's future". Diperkirakan pada tahun 2050, sebesar 22 triliun serat mikro sintetis atau partikel plastik yang berukuran kurang dari 5mm akan dilepaskan ke lautan. Agar kelestarian lingkungan bisa terawat dengan baik, ada baiknya selalu memperhatikan pakaian renang yang akan dibeli.

Untuk mengurangi pencemaran lautan, ada baiknya kamu memilih pakaian renang dari bahan daur ulang. Banyak label yang telah menyediakan produk tersebut, seperti label ASOS. Lebel tersebut memiliki rangkaian pakaian renang daur ulang yang terbuat dari poliester daur ulang.

Bahan daur ulang tersebut berasal dari botol plastik dan limbah tekstil yang diproses menjadi chip plastik dan dilebur menjadi serat baru. Bahan ini menghemat air dan energi dan mengurangi emisi gas rumah kaca. Selain pakaian renang yang terbuat dari poliester daur ulang, kamu juga bisa memilih bahan dari Econly.

Kain ini diluncurkan pada tahun 2011 ini. Bahan ini terbuat dari serat nilon regenerasi yang seluruhnya terbuat dari produk limbah, termasuk jaring ikan bekas, sisa kain, plastik industri dan limbah nilon. Pada bulan Maret, merek "Reformation" asal AS juga meluncurkan garis pakaian renang ramah lingkungan yang dibuat dari 78 persen Econyl, menghemat hingga 20,0lbs karbon dioksida, 31,0 galon air dan 3,5lb limbah dalam setiap produk.

About Author

Keberhasilan adalah kemampuan untuk melewati dan mengatasi dari satu kegagalan ke kegagalan berikutnya tanpa kehilangan semangat.

Comment here