Kesehatan

Banyak Artis Memakainya Saat Pandemi Corona Tren Face Shield Lebih Efektif dari Masker

Tak hanya masker, kini topi pelindung wajah dan mata dari plastik seperti face shield banyak dikenakan demi menghindari penularan virus corona atau covid 19. Belakangan ini, terlihat wajah wajah artis Indonesia memakai face shield. Nikita Murzani menggunakan celana jeans dan baju lengan panjang, wanita yang akrab disapa Niki itu juga menggenakan alat pelindung wajah atau face shield saat mengikuti sidang kasus dugaan KDRT dan penganiayaan, terhadap Dipo Latief, mantan suaminya.

"Gua pake masker ini (face shield) enggak bikin engap. Ya buat menangkal virus corona juga," kata Nikita Mirzani usai sidang di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan. Olla Ramlan pun melakukan hal serupa. Bersama sang adik Andra Ramlan, Olla Ramlan memakai face shield layaknya para tenaga medis.

Olla memakai face dhield saat tengah berbelanja. Kemudian ada Zaskia Gotik yang juga terlihat memakai face shield saat mengisi acara sahur di salah satu program televisi. Tak heran jika artis artis ini memakai face shield, karena kini barang ini seolah menjamur.

Akun akun di media sosial yang menjual topi pelindung wajah dan mata dari plastik seperti face shield guna mencegah penularan virus melalui droplets (tetesan liur pasien). Harga yang ditawarkan beragam. Ada yang Rp15 ribu, kemudian kisaran ratusan ribu. Bahkan tak jarang ada yang menampilkannya bak penunjang fashion sehingga harganya dijual sampai jutaan rupiah.

Lantas perlukah masyarakat menggunakan topi pelindung wajah tersebut dan seberapa efektifnya penggunaan face shield? Menanggapi hal itu, Ahli Epidemioogi Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia (FKM UI) dr Pandu Riono, MPH, PhD mengungkapkan, produk face shield berbahan mika atau plastik dinilai dapat mencegah wajah dari droplets. "(Menggunakan topi mika) bisa cegah terekspos terhadap droplets," ujar Pandu dikutip dari Kom

Namun, ia menambahkan bahwa topi tersebut lebih disarankan agar digunakan oleh tenaga kesehatan (nakes) dan petugas yang melayani publik. Menurutnya, hal tersebut dikarenakan pekerjaan mereka memiliki risiko terpapar virus lebih besar jika dibandingkan dengan masyarakat biasa. Bayi disarankan pakai face shield Sementara itu, Epidemiolog dan Kandidat PhD dalam bidang Global Health Security dan Pandemi Griffith University Australia, dr Dicky Budiman menyampaikan, face shield atau topi mika sebetulnya tidak terlalu dibutuhkan untuk masyarakat.

Sebab, masyarakat umum tidak berhubungan langsung dengan orang sakit. Face shield khusus dibuat untuk paramedis karena kontak yang dekat dan lama dengan pasien. Pasien tentu akan batuk, bersin, atau berbicara yang memunginkan terlontarnya cipratan," ujar Dicky saat dihubungi terpisah oleh Kompas.com, Rabu (15/4/2020). "Nah, fungsi lapisan atau face shield adalah untuk mencegah cipratan itu. Selain tentunya tetap memakai alat pelindung diri (APD) dan masker bedah atau N95 untuk tenaga medis," lanjut dia.

Dicky mengatakan, dalam penelitian dan fakta, alat pelindung yang dipakai umum oleh masyarakat umum di Korea, Taiwan, dan China yakni cukup memakai masker kain dan menjaga jarak minimal 2 meter. Terkait bahan mika atau plastik yang digunakan dalam produk face shield, Dicky mengungkapkan, ada aturan tersendiri untuk produk yang nantinya akan digunakan oleh tenaga medis. Tetapi, untuk penggunaan bagi masyarakat tidak ada dasar dan juga tidak ada aturannya.

Ia juga menjelaskan bahwa masyarakat umum lebih utama dan lebih penting untuk menjaga jarak dan memakai masker kain, serta rajin mencuci tangan menggunakan sabun dan air mengalir. "Saya khawatirnya nanti malah jadi ada timbul rasa aman semu, sehingga abai terhadap jaga jarak dan bermasker kain," lanjut dia. Di sisi lain, face shield sudah dibuat untuk melindungi bayi dari cium dan menyentuh wajah. Namun, implementasi ini baru diterapkan di Rumah Sakit di Thailand.

Dicky menyampaikan, pemakaian mini face shield pada bayi juga berfungsi untuk melindungi bayi dari cipratan droplets orang yang menggendongnya, meski perawat yang menggendong wajib memakai masker. Kendati demikian, ia menyarankan agar yang diprioritaskan memakai face shield yakni bayi baru lahir, pekerja kesehatan, polisi, pedagang jalanan, petugas atau pekerja pengirim makanan (delivery). "Pekerja sosial juga sebaiknya mengenakan, asal faca shield yang bukan khusus untuk paramedis ya. Pekerja sosial ini misalnya pengurus di panti jompo," ucap Dicky.

"Tapi, tentu jika masyarakat umum memakainya tidak ada larangan, tetap ada juga manfaatnya, tapi tetap bukan sesuatu yang diwajibkan saat ini," tambah dia.

About Author

Keberhasilan adalah kemampuan untuk melewati dan mengatasi dari satu kegagalan ke kegagalan berikutnya tanpa kehilangan semangat.

Comment here