Techno

Bisa Ungkap Fakta Baru Cara Mengecek Apakah Akun Pengguna Tokopedia Bocor melalui Firefox Monitor

Cara mengecek akun pribadi dibobol melaluiFirefox Monitor, malah ungkap fakta baru. Bocornya data pengguna Tokopedia menjadi perbincangan di lini media sosial. Sebagai e commerce terbesar di Indonesia, banyak pengguna yang merasa dikecewakan dengan adanya kebocoran data ini.

Menurut kabar yang beredar Tokopedia mengalami kebocoran data pengguna hingga diperjualbelikan di forum dark web. Sejumlah informasi pribadi pengguna, seperti nama akun, alamat e mail, hingga nomor telepon pun terpapar sehingga berpotensi dimanfaatkan hacker. Menanggapi kabar tersebut, pihak Tokopedia mengatakan bahwa memang ada upaya pencurian atas data akun akun di platform e commerce miliknya.

Para pengguna pun diimbau untuk mengganti password untuk menjaga keamanan. Untuk mendeteksi apakah akun email atau surel kita pernah bocor, viral Firefox Monitor untuk mengetahuinya dengan mudah. Senin (4/5/2020), para warganet Twitter rama ramai membagikan cara mudah mendeteksi kebobolan akun melalui Firefox Monitor.

Website ini mampu mendeteksi beberapa kebobolan yang pernah terjadi hanya dengan bermodalkan alamat email, terutama Gmail. Adapun caranya cukup mudah, sebagai berikut : Menariknya, saat berusaha menelusuri pembobolan alamat email, warganet justru mendapati banyak pembobolan dari aplikasi lain.

Tak hanya Tokopedia, tak sedikit yang mendapati bocornya akun dari Bukalapak, Zoom, hingga Gmail. Cara menggantikata sandiTokopedia terbilang cukup mudah. Pertama tama, bukasitusatau aplikasi Tokopedia dan masuk ( login ) ke akun Anda.

Kemudian, klik tab "Akun" yang terletak di pojok kanan bawah aplikasi dan klik ikon "Pengaturan". Lalu, pilih menu "Akun" dan klik menu "Kata Sandi". Setelah itu, masukkan kata sandi lama dan baru di kolom yang tersedia dan klik tombol "Simpan". Untuk keamanan tambahan, Anda bisa menambahkan enam digit PIN Tokopedia dengan mengklik menu "PIN Tokopedia" di tampilan "Atur Akun" tadi.

PIN akan diminta ketika akun Tokopedia Anda digunakan untuk bertransaksi. Selain itu, Anda juga bisa menghapus rekening bank yang sudah didaftarkan sebelumnya di Tokopedia dengan mengklik "Akun Bank" di menu utama "Atur Akun". Di tampilan akun bank, pilih nomor rekening yang terdaftar dan klik tombol "Hapus".

Jika dirasa kurang, Anda bisa menggunakan fitur keamanan ekstra lainnya, yakniverifikasi dua langkah( two factor authentication /2FA). Ketika aktif, fitur ini mengharuskan pengguna memasukkan enam digit kode yang dihasilkan secara acak dan berkala dari sistem. Tokopedia mengandalkan aplikasi Google Authenticator untuk menjalankan 2FA.

Pengguna pun perlu memasang aplikasi Google Authenticator terlebih dahulu sebelum menggunakan fitur tersebut. Aplikasi Google Authenticator bisa diunduh di tautanberikut(Android) dan di tautanberikut(iOS). Lalu, pilih tab "Google Authenticator" dan klik tombol "Aktifkan Google Authenticator" yang bisa ditemui ketika Anda menggulir ( scroll ) layar ke bawah.

Beberapa saat kemudian, Anda bakal disodori tampilan yang memampang sebuah kode QR dan 16 digit kode aktivasi, berikut kolom untuk memasukkan enam digit kode otentikasi. Untuk mengetahui kodenya, buka aplikasi Google Authenticator yang telah dipasang dan pindai kode QR tersebut. Anda juga bisa memasukkan deretan kode aktivasi tadi jika kamera gagal memindai kode.

SetelahGoogle Authenticator berhasil memindai kode, klik tombol "Add Account" dan masukkan enam digit kode yang dihasilkan di kolom "Kode Autentikasi" pada halaman Tokopedia. Terakhir, klik tombol "Verifikasi". Jika proses ini telah selesai, maka nantinya Anda diharuskan untuk memasukkan enam digit kode yang dihasilkan oleh aplikasi Google Authenticator jika Anda masuk ke akun Tokopedia di perangkat baru. Di samping mengganti kata sandi dan menambahkan fitur 2FA, Anda bisa menghapus alat pembayaran yang sudah terdaftar di akun termasukkartu kreditdankartu debit untuk mencegah adanya transaksi yang tidak diinginkan.

Untuk menghapus metode metode pembayaran ini, buka opsi "Pembayaran" pada menu "Pengaturan", lalu pilih metode pembayaran yang Anda biasa gunakan, misalnyaOvo. Kemudian, kunjungi halaman "Pengaturan Akun" dengan meng klik ikon "gerigi". Lalu, klik tombol "Stop Hubungkan Akun". Setelah itu, akun Ovo Anda akan dihapus alias tidak lagi terhubung ke akun Tokopedia.

Terkait hal ini, pihak Tokopedia pun mengakui bahwa ada upaya peretasan data milik pengguna. "Berkaitan dengan isu yang beredar, kami menemukan adanya upaya pencurian data terhadap pengguna Tokopedia," kata VP of Corporate Communications Tokopedia, Nuraini Razak. Meski membenarkan adanya upaya pencurian data, Tokopedia mengklaim bahwa informasi milik pengguna tetap aman dan terlindungi.

Nuraini mengatakan, password milik pengguna telah terlindungi dan dienkripsi. Selain itu, Tokopedia juga menerapkan sistem kode OTP (one time password) yang hanya bisa diakses secara real time oleh pemilik akun. Meskipun begitu, Nuraini mengimbau agar pengguna tetap mengganti password akun secara berkala agar tetap aman.

Selain hash password , nama, dan e mail, data yang diambil juga mencakup tanggal lahir, kode aktivasi e mail , kode reset password , detail lokasi, ID messenger, hobi, pendidikan, waktu pembuatan akun hingga waktu terakhir log in . Tokopedia mengaku sedang menindaklanjuti masalah ini.

About Author

Keberhasilan adalah kemampuan untuk melewati dan mengatasi dari satu kegagalan ke kegagalan berikutnya tanpa kehilangan semangat.

Comment here