Metropolitan

Hindari Jadi Korban Kebakaran, Warga Menceburkan Diri ke Kali Cipinang

Fredi (50) selamat dari kebakaran yang melalalp 26 rumah di Kelurahan Cipinang Besar Selatan, Jatinegara, Jakarta Timur, setelah menceburkan diri ke sungai. Diketahui kebakaran melanda permukiman warga RT 10/RW 07, Kelurahan Cipinang Besar Selatan, Sabtu (6/7/2019) sekira pukul 04.50 WIB. Fredi, satu warga yang kehilangan rumahnya mengaku tak dapat menyelamatkan barang apa pun karena hendak mandi dan bersiap menunaikan Salat Subuh di Masjid ketika kejadian.

"Saya lagi mau mandi, tiba tiba anak saya yang tidur di atas teriak kebakaran. Titik api pertama itu depan rumah saya, dari bagian atasnya," kata Fredi di Jatinegara, Jakarta Timur, Minggu (7/7/2019). Setelah mengurungkan niat mandi dan menunaikan Salat Subuh berjemaah, bersama warga Fredi berupaya memadamkan kobaran api dengan air di ember. Nahas upaya tersebut tak berhasil karena api justru membesar ketika disiram dan tiba tiba muncul dari rumah lain yang berjarak tiga rumah dari kediamannya.

"Tiba tiba ada rumah yang di deretan saya ikut kebakaran, jadi ada dua titik api. Posisinya terjebak, api pas disiram justru semakin besar juga. Saya juga heran," ujarnya. Di tengah kepungan api Fredi mendengar teriakan warga Kelurahan Cipinang Besar Utara yang rumahnya dipisahkan Kali Cipinang. Mereka ikut membantu memperingati warga RT 10 bahwa api kian membesar dan cepat melarikan diri sebelum nyawanya terancam.

"Karena enggak ada jalan akhirnya saya nyebur ke Kali Cipinang, saya ditolong sama warga seberang. Memang saling kenal karena satu pengajian," tuturnya. Tini (48), yang kediamannya bersebelahan dengan titik api pertama muncul juga mengaku tak dapat menyelamatkan barang apa pun. Dia sadar tak dapat menyelamatkan barang karena api muncul di sisi kiri dan kanan rumahnya, sementara permukiman warga terletak di gang sempit.

"Kanan dan kiri rumah api, kalau telat sedikit enggak tahu jadinya bagaimana. Untung saya terbiasa bangun pagi, jadi pas kejadian saya bisa bangunin keluarga," kata Tini. Lantaran api pertama muncul dari bagian atas tetangganya, Tini bergegas membangunkan anaknya yang masih terlelap di lantai dua rumah. Di tengah kepungan api, Tini bersama empat anggota keluarganya berlari menyelamatkan diri keluar gang yang jadi satu satunya akses keluar masuk warga.

"Suami sama anak saya sempat coba bantu memadamkan api, tapi sudah enggak bisa. Akhirnya mereka lari ke arah empang belakang rumah warga. Kaki suami sama anak saya masih luka sekarang," lanjut dia. Rizky Bastian (21), yang rumahnya berada tepat depan Fredi mengaku hanya sempat menyelamatkan surat surat berharga karena api menjalar dalam hitungan detik. Tak sampai satu menit menenteng surat berharganya ke Masjid yang berjarak sekitar 70 meter dari rumah, akses menuju kediamannya sudah dipalang si jago merah.

"Pas saya balik dari Masjid akses ke rumah sudah tertutup api. Yang bikin warga heran karena api ada dua titik dan berseberangan posisinya. Karena enggak bisa masuk saya lari nyelamatin diri," kata Rizky. Dari 147 pengungsi yang menempati tiga tenda di halaman SDN 03/04, Tini yang termasuk kader Posyandu menyebut ada satu bayi yang masih mengkonsumsi air susu ibu (ASI). Sementara anak usia 0 6 bulan tercatat 2 jiwa, usia 7 12 bulan tercatat 1 jiwa, 12 24 bulan tercatat 1 jiwa, usia 5 tahun tercatat 5 jiwa, dan lansia tercatat 17 jiwa.

"Alhamdulillah enggak ada korban luka parah, untuk balita kebanyakan sudah minum susu formula. Kalau bantuan juga cukup, enggak ada yang kurang," sambung Tini. Hingga kini, warga Kelurahan Cipinang Besar Selatan bingung apa yang memicu si jago merah mengamuk karena sudah puluhan tahun tak pernah jadi korban kebakaran besar.

About Author

Keberhasilan adalah kemampuan untuk melewati dan mengatasi dari satu kegagalan ke kegagalan berikutnya tanpa kehilangan semangat.

Comment here