Nasional

Klarifikasi Mahfud MD soal Oknum Radikal Arab Saudi Lari ke Indonesia dan Susupkan Dana Jutaan Dolar

Dewan pembina BPIP Mahfud MD buka suara soal masuknya paham radikalisme di Indonesia. Hal ini diungkapkan oleh Mahfud MD tatkala wawancara di acara Fakta Tv One, Senin (26/8/2019). Diberitakan sebelumnya, Mahfud MD menuding ada pihak pihak berpaham radikal yang lolos dari kejaran pemerintah Arab Saudi.

Pihak radikal tersebut kemudian lari ke beberapa kawasan di Asia Tenggara, termasuk Indonesia. Mereka lantas membentuk sejumlah pesantren. Tak hanya itu, mereka juga menyusupkan dan menaruh investasi yang nilainya sampai jutaan dollar.

Pernyataan Mahfud MD di atas menuai kontroversi dan pro kontra. Banyak yang menyepakati pernyataan Mahfud MD, meski ada juga yang meminta Mahfud MD mempertanggungjawabkan pernyataankontroversial itu. Meski demikian, Mahfud MD tetap tegas dengan pendiriannya soal dugaan masuknya paham radikal tersebut.

Saat diwawancarai oleh tim Fakta Tv One, Mahfud MD menyebut apa yang telah disampaikannya di atas adalah informasi lama. Namun ia memastikan, apa yang disampaikannya adalah fakta. "Berita yang saya kemukakan itu sudah lama."

"22 Mei tahun 2019 sudah memberitakan 3 ulama Arab Saudi dan 37 radikal dipenggal lehernya di Arab Saudi, sehingga dari sana banyak yang lari." "Di negara tetangga Arab Saudi juga banyak yang mengejar kaum radikal ini." "Itu fakta," ujar Mahfud MD.

Mahfud MD juga menyebut Badan Intelejen Negara (BIN) telah mengumumkan berkali kali soal pelarian radikalis tersebut. Mereka lari ke kawasan Asia Tenggara, seperti Filipina dan Indonesia. Mahfud MD mengaku mendapat laporan tersebut dari pihak kepolisian dan yang berwajib.

Sehingga ia tidak mungkin lapor ke kepolisian, karena kepolisian lebih tahu tentang hal tersebut. "BIN sudah mengumumkan berkali kali bahwa banyak orang orang radikal itu larinya ke Asia Tenggara." "Ditunjukan ke saya Asia Tenggara nya di Filipina dan sebagainya."

"Itu sudah ada di polisi." "Itu infonya dari sana, kenapa saya harus lapor juga," imbuh Mahfud MD. Meski isunya sudah lama, namun masalah radikalisme tak kunjung selesai.

Selalu saja muncul bibit bibit baru dan melakukan aksi aksi radikal yang meresahkan. Oleh sebab itu, Mahfud MD meneriakkan soal isu radikalisme ini lagi. Supaya segenap pihak memberikan perhatian lebih dalam penanganan kasus radikalisme.

"Itulah sebabnya saya berteriak, kenapa gak sudah sudah (selesai), perkembangan bagi bangsa tidak bagus," kata Mahfud MD. Mahfud MD menambahkan, uang dari luar negeri yang masuk ke Indonesia untuk mendanai gerakan radikalime ini menyusup ke lembaga lembaga yang menggelar berbagai kegiatan. Mahfud MD menyebut ada sekitar 43 lembaga yang diidentifikasi mendapat dana tersebut.

Soal lembaga mana saja yang dimaksud, Mahfud MD tak mau menyebutkan. Ia menyarankan untuk bertanya langsung kepada BIN. "Berwujud dalam bentuk lembaga lembaga kegiatan itu kemudian diidentifikasi ada sekitar 43."

"Tanya ke BIN aja," ungkapnya. Simak video selengkapnya dari Mahfud MD di bawah ini.

About Author

Keberhasilan adalah kemampuan untuk melewati dan mengatasi dari satu kegagalan ke kegagalan berikutnya tanpa kehilangan semangat.

Comment here