Nasional

Selain Aurel, 6 Anggota Paskibraka Ini Meninggal Dunia Sebelum dan Sesudah Bertugas

Calon anggota Paskibraka ada yang harus meregang nyawa saat bertugas menjelang Hari Kemerdekaan Republik Indonesia nanti pada 17 Agustus 2019. Adalah seorang anggota Paskibraka asal Tangerang Selatan bernama Aurellia Qurratu Ain gugur jelang melaksanakan tugasnya. Gadis ini merupakan pelajar kelas XI MIPA SMA Islam Al Azhar BSD Serpong, Tangerang Selatan.

Aurellia Qurratuaini dikabarkan tengah menjalani sejumlah pelatihan Paskibraka, namun tiba tiba dinyatakan meninggal dunia pada Kamis (1/8/2019). Hingga kabar duka tersebut viral di media sosial, penyebab meninggalnya siswi SMA itu sampai sekarang masih misterius. Bahkan kerabat korban yakni pamannya menyebutkan ada hal janggal di tubuh keponakannya.

Namun melansir dari ahajournals.org, kejadian sudden cardiac arrest (SCA) atau henti jantung mendadak bisa menjadi penyebabnya kematian seperti yang dialami Aurellia ini. SCA sendiri pemicunya bisa karena kelelahan fisik, semisal akibat olahraga meski faktor risiko kardiovaskular standar ditemukan pada lebih dari separuh pasien. Kondisi ini menunjukkan peran potensial pendekatan kesehatan masyarakat yang menyaring faktor risiko kardiovaskular pada usia lebih dini.

Namun terlepas dari penyebab kematian tersebut, ternyata bukan hanya Aurellia Qurratuaini saja calon anggota Paskibraka yang meninggal dunia. Nasib serupa juga pernah dialami oleh sejumlah anggota Paskibraka tanah air jelang dan sesudah perayaan hari kemerdekaan. Seperti ada yang belum sempat menyelesaikan tugasnya, namun ajal lebih dulu datang menjemput.

Ada pula yang baru saja menyelesaikan tugasnya, namun harus menerima ajal setelahnya. Anggota Paskibra Kecamatan Serai Serumpun, Jambi, Agung Zainal Abidin (16), meninggal dunia usai upacara penurunan bendera, Rabu (17/8/2016). Usai melakukan penurunan bendera, dia tiba tiba mengeluh sakit, diduga karena kelelahan.

Zainal sempat dibawa ke puskesmas, tetapi nyawanya tak tertolong. Dia mengembuskan nafas terakhir dalam perjalanan menuju RS Tebo setelah mendapat perawatan di puskesmas. Anggota Paskibra Kecamatan Nita, Kabupaten Sikka, Nusa Tenggara Timur bernama Kristian Natalis Luis (16) meninggal dunia karena kecelakaan lalu lintas di Jalan Negara Maumere Paga tepatnya di Napung Langir, Desa Tebuk, Kecamatan Nita, Selasa (12/8/2014).

Kecelakaan bermula saat korban bersama temannya bernama Yoseph Ronaldo (16) mengendarai sepeda motor Yamaha Mio tanpa plat nomor polisi. Dia hendak pergi ke tempat latihan Paskibra di Nita. Dalam perjanan, sepeda motornya menabrak truk bernomor polisi EB 2411 AB yang dikemudikan Fransiskus Saverius (35) warga Koja Mota, Desa Nirangkliung, Kecamatan Nita, yang datang dari arah berlawanan.

Akibatnya korban mengembuskan nafas terakhir di lokasi kejadian. Calon anggota pasukan Paskibraka Kabupaten Garut, Jawa Barat, Ramdani (17) meninggal dunia di halaman rumah dinas Bupati Garut, Kamis (2/4/2009). Peristiwa tersebut terjadi saat pemberian ucapan selamat kepada 60 orang yang lolos menjadi calon anggota Paskibraka, dari jumlah peserta seleksi sebanyak 233 orang yang berasal dari SMA/SMK se Kabupaten Garut.

Menurut Ketua Purna Paskibraka Indonesia Kabupaten Garut, Cecep Syafa'atul Barkah, kematian siswa kelas XI SMK Cilawu tersebut, diduga akibat luapan emosi kegembiraan. Dugaan tersebut, tambah Cecep, diperkuat dengan kondisi almarhum yang saat itu dalam keadaan sehat. Minggu (23/8/2015) sekitar pukul 12.00 WIB, menjadi hari yang buruk bagi anggota Paskibra Kecamatan Kerkap, Bengkulu Utara, Bengkulu bernama Imam Rianto (17).

Pemuda ini tewas tenggelam saat mandi di air terjun Desa Batu Roto, Kecamatan Kerkap. Awalnya, korban dan belasan temannya mengunjungi air terjun Batu Roto untuk liburan. Sesampainya di air terjun, korban dan sebagian temannya mandi di air terjun tersebut.

Tidak berselang lama, korban yang terpisah dengan temannya terlihat terseret air dan tenggelam. Anggota Paskibra Kota Palu, Sulawesi Tengah bernama Aknes Yuriko juga dikabarkan meninggal dunia. Dia mengembuskan napas terakhir, Senin (14/8/2017) sekitar pukul 20.30 di RSUD Undata Palu. Aknes meninggal hanya berselang dua hari setelah merayakan ulang tahun ke 16.

Saat terbaring di rumah sakit, Aknes masih sempat mengunggah status melalui akun Facebooknya, 23 Juli 2017. Saat itu Aknes sempat menuliskan kerinduannya untuk kembali berlatih bersama rekan rekannya. "PENGEN pulang ke rumah, Aknes rindu latihan. Saya tidak mau di rumah sakit. Ya Allah, cepat sembuhkan saya dari penyakit ini," tulisnya.

Paskibra di Luwu Timur, Sulawesi Selatan bernama Aritya Syamsuddin menjadi satu contoh Paskibra yang belum menuntaskan tugasnya, namun ajal lebih dulu datang menjemput. Dia mengembuskan nafas terakhir, Selasa (15/8/2017), di RSUD I Lagaligo Jl Sangkurwira, Desa Bawalipu, Kecamatan Wotu, Luwu Timur, atau dua hari jelang peringatan HUT Kemerdekaan RI. Aritya meninggal dunia pada usia 16 tahun karena sakit.

Tak hanya Aritya, namun ada pula Paskibra lain meninggal jelang menuntaskan tugasnya.(*)

About Author

Keberhasilan adalah kemampuan untuk melewati dan mengatasi dari satu kegagalan ke kegagalan berikutnya tanpa kehilangan semangat.

Comment here