Metropolitan

Wali Kota Bekasi Menilai Kebijakan Pembelajaran Tatap Muka Wajib di Zona Hijau tidak Relavan

Wali Kota Bekasi Rahmat Effendi mengkritisi kebijakan yang tertuang dalam Surat Keputusan Bersama Empat Menteri (SKB 4 Menteri) terkait, pembelajaran tatap muka wajib zona hijau tingkat kabupaten/kota. Rahmat mengatakan, kebijakan itu tidak relavan karena sampai saat ini, belum ada daerah yang benar benar bebas dari virus Covid 19. "Kalau mau cari zona hijau dimana sekarang, orang di seluruh dunia juga (masih ada penyebaran Covid 19), tapi seperti bapak bilang dan trus bapak bilang ya, klaster itu boleh, tapi kita juga siapkan sarana dan prasarananya," kata Rahmat di rumah dinasnya, Jumat (7/8/2020).

Menurut Rahmat, status zona hijau merupakan penetapan yang sangat rumit dilakukan. Sebab, status zona dalam penyebaran virus corona sangat dinamis. "Hari ini hijau 2 hari kemudian (bisa berubah), kan ini interaksi transmisinya berjalan terus," jelasnya. Dia menambahkan, kebijakan untuk membuka pembelajaran tatap muka yang tertuang dalam SKB 4 Menteri dapat dikaji ulang.

Sebab, jika masih tetap berpatokan dengan kebijakan tersebut, akan sulit melakukan upaya adaptasi seperti yang tengah dijalankan saat ini. "Kan jangankan yang sekolah, yang lain lain seperti di kalangan perkantoran, sudah berjalan adaptasi asal tetap wajib masker dan jangan berkerumun," ucapnya. Simulasi belajar tatap muka yang sempat dijalankan Pemkot Bekasi di enam sekolah role model atau percontohan merupakan upaya adaptasi yang tengah dilakukan.

Dalam simulasi itu, setiap elemen di dalam satuan pendidikan sudah dipastikan lolos verikasi berupa pengecekan standar aman dari penyebaran virus corona. "Di sekolah sudah di sekat (kursi siswa), di atur disediakan handsanitizer dan guru gurunya di rapid," terangnya. Sebelumnya diberitakan, sebanyak enam sekolah di Kota Bekasi sejak Senin (3/8/2020) telah mulai melakukan simulasi belajar tatap mula dan dijadwalkan bakal berlangsung hingga, Jumat (28/8/2020) mendatang.

Keenam sekolah itu diantaranya, SDN Pekayon Jaya VI, SMPN 2 Kota Bekasi, Sekolah Voctory Kemang Pratama dan Sekolah Islam Al Azhar Jakapermai, SMP Nassa dan SDN Jaticempaka VI. Sekolah tersebut selanjutnya, disebut sebagai sekolah role model pembelajaran tatap muka di masa adaptasi tatanan hidup baru pandemi Covid 19. Dalam simulasi belajar tatap muka, setiap sekolah role model hanya membuka tiga rombongan belajar (rombel) dengan masing masing rombel diisi maksimal 18 siswa.

Aturan ketat protokoler kesehatan selama simulasi juga dijalankan seperti misalnya, wajib rapid test bagi guru, wajib masker untuk seluruh siswa dan satuan pendidikan. Serta jaga jarak fisik mulai dari masuk kelas hingga keluar kelas, ditambah pengurangan jam belajar mejadi pukul 07.00 WIB hingga pukul 11.00 WIB. Siswa yang mengikuti simulasi setiap harinya berbeda benda, mereka setiap hari mendapat giliran dan sudah mendapatkan surat persetujuan orangtua.

Kegiatan ini kemudian dihentikan per Jumat (7/8/2020) usai Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) berkordinasi dengan Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Bekasi.

About Author

Keberhasilan adalah kemampuan untuk melewati dan mengatasi dari satu kegagalan ke kegagalan berikutnya tanpa kehilangan semangat.

Comment here